Bamsoet Dukung Perlunya Perlindungan Hak Intelektual Pendidikan

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menopang kehadiran Perlindungan Hak Intelektual Pendidikan (PHIP). Ia meminta PHIP dapat menjaga hak cipta dalam perpustakaan perguruan tinggi.

“Konsep PHIP memiliki tujuan untuk menjaga hak cipta dalam perpustakaan perguruan tinggi dengan menemukan titik keseimbangan pada kepentingan ekonomi dan moral pencipta dan juga kebutuhan pendidikan masyarakat,” ujar Bamsoet dalam keterangannya, Senin (15/1/2024)

“PHIP juga menegaskan perlunya judi bola terpercaya keterlibatan aktif pemerintah dalam menciptakan kerangka hukum yang menopang pemberian hak dasar pencipta,” sambung Ketua Dewan Pembina Perhimpunan Alumni Doktor Ilmu Hukum Universitas Padjadjaran (UNPAD) ini.

Bamsoet menerangkan hal berikut usai menjadi penguji/oponen pakar Sidang Promosi Doktor Mahasiswa Ilmu Hukum UNPAD Devit Achmad Gustiyawan secara virtual berasal dari Jakarta. Ia menerangkan disertasi Devit Achmad Gustiyawan yang bertemakan ‘Urgensi Pengaturan Penggandaan Karya Tulis Ilmiah di Perguruan Tinggi yang Tidak Bertentangan dengan Prinsip Penggunaan Yang Wajar (Fair Use) yang diatur dalam UU No.28/2014 mengenai Hak Cipta’.

Bamsoet menyatakan rancangan PHIP secara etimologis termasuk pemberian pada hak intelektual pencipta tanpa batasan dalam menerapkan komitmen kewajaran dalam konteks pendidikan.

“Dalam hal ini, penggandaan karya tulis dalam lingkungan pendidikan cuma dibolehkan kalau tidak melebihi 25 prosen berasal dari kuantitas karya asli dengan selamanya memperhatikan identitas pencipta pada tiap-tiap halaman atau anggota karya tulis ilmiah,” papar Bamsoet.

“Negara pun miliki tanggung jawab beri tambahan pemberian kepada para pencipta kalau penggandaan karya tulis yang ditunaikan oleh individu, organisasi, atau badan hukum beri tambahan fungsi ekonomi bagi bangsa,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Dosen Tetap Pascasarjana Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur dan Dosen Pascasarjana Universitas Pertahanan RI (UNHAN) ini beri tambahan penelitian Devit juga menghasilkan temuan lain berupa Economic Growth Stimulus Theory. Teori ini menurutnya dapat diaplikasikan sebagai landasan teoritis pada penggandaan karya tulis ilmiah di perpustakaan perguruan tinggi Indonesia selama memenuhi syarat dan standar pemberian hak cipta.

“Serta komitmen penggunaan yang lumrah juga dapat digunakan untuk menyesuaikan penggandaan karya tulis ilmiah di perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia dengan syarat ada sistem pemberian dan kesadaran hukum masyarakat,” pungkasnya.

Sebagai informasi, sidang ini ikut dihadiri Ketua Sidang Dr. Idris, Sekretaris Sidang Prof. Huala Adolf, Ketua Tim Promotor Prof. Ahmad M. Ramli, Anggota Promotor Dr. Rika Ratna Permata dan Miranda Risang, Oponen Ahli Prof. Eddy Damian, Dr. Justisiari P. Kusumah, Dr. Tasya Safiranita dan juga Representasi Guru Besar Prof. Sinta Dewi.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.