KAI Berikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Korban Meninggal Tabrakan KA di Cicalengka

KAI Berikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Korban Meninggal Tabrakan KA

Sebanyak empat orang pegawai PT KAI meninggal dunia didalam tabrakan kereta api Turangga dan Commuterline Bandung Raya di petak jalur Haurpugur-Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/1/2024) pagi.

Keempat korban yang meninggal dunia yakni Masinis Commuterline Julian Dwi Setiyono, Asisten Masinis Commuterline Ponisam, Pramugara KA Turangga Ardiansyah, dan Security atau PAM Stasiun Cimekar Enjang Yudi.

PT KAI pun menegaskan akan beri tambahan beasiswa pendidikan serta beberapa perlengkapan dalam bermain joker388 kepada seluruh anak korban tewas didalam momen kecelakaan maut tersebut.

Hal ini dipastikan segera oleh Dirut KAI, Didiek Hartantyo pas ditemui di Kantor Pusat KAI Bandung, Sabtu (6/1/2024).

Dia mengatakan, pihaknya akan beri tambahan hak-hak untuk keluarga korban meninggal didalam momen tabrakan dua kereta api tersebut.

Salah satunya biaya pendidikan sampai selesai kuliah bagi seluruh anak korban.

“Dari PT KAI berikan termasuk yayasan akan beri tambahan beasiswa pada anak-anak almarhum yang masih bersekolah sampai selesai atau kuliahnya,” ujar Didiek.

KAI tanggung penyembuhan korban kecelakaan KA Turangga

Terkait besaran “tali kasih” yang akan diberikan kepada keluarga almarhum, Didiek tidak memerinciya. Namun, dipastikan cocok bersama ketetapan perusahaan.

“Kepada empat pegawai yang jadi korban kecelakaan kereta api di Cicalengka yang gugur udah kami hitung. Jumlahnya akan disampaikan nanti,” tambahnya.

Sementara itu, bagi korban luka didalam momen tersebut, pihaknya pun akan menjamin biaya pengobatannya sampai sembuh. Saat ini tinggal dua ulang korban yang masih dirawat intensif di tempat tinggal sakit.

“Masih ada dua korban di tempat tinggal sakit,” kata Didiek.

Santunan kecelakaan

Sementara itu, Direktur Operasional Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana mengatakan, keluarga korban kecelakaan akan terima santunan seusai bersama ketetapan UU No. 33 Tahun 1964 perihal Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang Umum.

Sebagaimana Peraturan Menteri Keuangan RI No. 15 Tahun 2017, korban meninggal dunia mendapat santunan berasal dari Jasa Raharja sebesar Rp 50 juta yang diserahkan kepada pakar waris sah.

“Untuk korban luka, kami udah menerbitkan jaminan biaya rawatan (guarantee letter) sebesar maksimal Rp 20 juta yang dibayarkan kepada pihak tempat tinggal sakit area korban dirawat,” kata Dewi didalam keterangan resminya.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.