Tingkatkan Operasi Militer, Israel Perintahkan Warga Palestina Tinggalkan Rafah

Israel memerintahkan puluhan ribu warga Palestina untuk meninggalkan Rafah, seiring meningkatkan operasi militer di Gaza selatan.

Perintah hal yang demikian diumumkan dengan menyebarkan selebaran yang dijatuhkan dari udara dan sejumlah uploadan di media sosial, minta penduduk di distrik timur untuk pindah ke al-Mawasi, kawasan pesisir sempit yang disebut Israel sebagai “area kemanusiaan yang diperluas”.

Usai perintah hal yang demikian diumumkan, sejumlah kawasan di Rafah yang penuh penduduk dan pengungsi akhir-akhir ini ini, kini terlihat seperti kota hantu.

Diinformasikan BBC, Pekan (12/5/2024), Israel mengatakan bahwa pihaknya akan melanjutkan operasi yang direncanakan di Rafah padahal AS dan sekutu lainnya memperingatkan bahwa serangan darat bisa menyebabkan korban sipil dalam jumlah besar dan krisis kemanusiaan.

Pada Sabtu (11/5), Presiden slot77 Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan, gencatan senjata di Gaza bisa dikerjakan secepatnya pada hari berikutnya apabila Hamas membebaskan sanderanya.

“Israel mengatakan, itu terserah Hamas, apabila mereka berkeinginan mengerjakannya, kita bisa mengakhirinya besok. Dan gencatan senjata akan diawali besok,” ujarnya pada acara penggalangan dana di Seattle.

Salah satu pengungsi, yang menerima perintah evakuasi mengaku tak tahu harus bereksodus ke mana.

“Kami tak tahu ke mana harus pergi. Jumlah kami sekitar 80 orang,” katanya kepada program Gaza Lifeline di BBC Arab.

“Saya tak punya uang untuk kembali ke Khan Younis. Sebagian tetangga mengatakan, untuk datang dan menyewa daerah dengan harga sewa yang sungguh-sungguh murah. Namun aku tak punya uang pun untuk menyewa kendaraan beroda empat.

Serangan Pasukan Israel dan Hamas

Israel mengatakan, 128 orang yang disandera oleh Hamas pada 7 Oktober masih belum ditemukan, sementara 36 di antaranya diperkirakan tewas.

Sebuah gambar yang beredar memperlihatkan asap membubung di atas Rafah pada Sabtu (11/5) dan para saksi mengatakab bahwa serangan udara di dekat persimpangan dengan Mesir.

Melewati sebuah uploadan di X, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan bahwa selama sebagian hari terakhir pasukannya terlibat dalam “pertempuran tatap muka” dengan Hamas di Rafah.

IDF menambahkan bahwa tentara sudah menemukan “sejumlah lubang bawah tanah” di daerah hal yang demikian.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.