Ulasan Sekolah Dasar Global Islamic Yang Melatih Kesanggupan Sosialisasi

SD Global Islamic School didirikan dengan kepercayaan pemiliknya bahwa tiap anak itu unik dan memiliki potensi masing-masing yang beragam. Absensi sekolah ini diharapkan cakap mengakomodir dan memacu seluruh potensi serta kwalitas baik dalam diri si kecil. Tidak hanya itu, anak malah akan ajar menjadi pribadi yang mandiri serta berani untuk tampil.

Dibangun dengan 4 Pilar
Berdiri semenjak tahun 2002 lalu, SD Global Islamic School berdiri tegak dengan empat pilar yang menopang seluruh pelaksanaan slot sever thailand belajar mengajarnya. Menurut Nurul Huda, Head of PR Global Islamic School, empat pilar pendidikan GIS itu ialah Akademik, Kepemimpinan, Keislaman, dan Keglobalan.

“Keglobalan di sini maksudnya ialah kami memakai bahasa Inggris sebagai pengantar. Harapannya supaya anak-anak bisa menjadi global player yang cakap berdiskusi di depan masyarakat dunia,” terang pria yang akrab disapa Pak Nunung ini.

Untuk pelaksanaan belajarnya, GIS memakai bahasa pengantar bilingual. Beberapa mata pelajaran, seperti matematika, science, dan bahasa Inggris, memakai bahasa Inggris sebagai pengantar penuh pelaksanaan pembelajarannya. Melainkan, konsentrasi pendidikan ialah pada penerimaan materi siswa. “Bila siswa dirasa tidak bisa menangkap materi dalam bahasa Inggris, maka pendidik tidak akan segan memakai bahasa Indonesia,” terang Nurul.

Cara Student Centered Oriented yang Maksimal
SD Global Islamic School memakai kurikulum Nasional Plus, ialah menggabungkan kurikulum yang sedang diaplikasikan oleh dinas pendidikan yang juga digabungkan dengan pengayaan empat pilar yang ada. “Kami punya sebagian metode belajar, mulai dari Student Centered learning, Project based learning, hingga Collaborative learning.”

Cara Project Based Learning menjadi konsentrasi utama pelaksanaan pendidikan di GIS. Cara ini melatih keberanian, kemandirian, kreativitas, dan critical thinking mereka, malah semenjak kelas 1. Di kelas 4, para siswa sudah mulai dididik membuat laporan. Nantinya, di kelas 6 masing-masing akan diminta untuk mempresentasikan satu tema yang dipilih secara bebas.

“Harapannya bagaimana anak-anak ini bisa come up dengan sebuah proyek yang mereka desain sendiri layak dengan minat masing-masing.” Hasil presentasi itu kemudian akan masuk ke dalam pengukuran mereka.

Tidak hanya itu, para siswa juga ajarkan pendidikan demokrasi via pemilihan Presiden SD dan kabinetnya, mirip dengan pelaksanaan demokrasi yang ada di Indonesia. Siswa dari kelas 1 hingga 6 juga diajak untuk menyusun partai dan masing-masing memiliki hak suara yang valid.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.